GERAK CINTA itu mewarnai kertas putih yang sempat gigoreskan diatasnya beberapa tulisan menggunakan pensil.
Hari ini, kita akan bercerita tentang senyum yang sempat senyap karena angin kencang kemarin berhembus lama dan mengakibatkan masuk angin, sakit memang ketika angin berlebih ada di lambung. beberapa orang meracau seperti itu.
Makanya, kalau berkendara itu pakailah setidaknya jaket tebal, sarung tangan, celana panjang dan sepatu. Oh ya helm juga. Agar kamu aman dari debu, angin, juga kecelakaan. Katanya mengicau lagi sambil mengerik sedikit demi sedikit kulit punggung ku.
Aku hanya meringis sedikit kesakitan dan menikmati nyamannya sehat yang sedikit-demi sedikit kembali kepada tubuh ini.
Senyum itu, entah milik siapa.
Kadang, ia datang dari senyum yang dihadirkan orang lain terlebih dahulu, mereka entah siapa, tiba-tiba lewat dihadapan dan tersenyum, anehnya aku membalas senyumnya itu. Tapi memang begitu faktanya.
Kalau saja senyum milik sendiri, kenapa ia tak bisa dikendalikan?
Atau, kalau senyum itu milik Tuhan, kenapa ia begitu sulit untuk memberikannya diawal? bukankah senyum itu adalah kebaikan?
Ternyata, senyum itu adalah harta yang dititipkan Tuhan kepada kita manusia.
Manusia yang hidup tidak seorang diri. Kita hidup bersama-sama, saling membutuhkan, dan saling memberikan kebaikan.
Kalau aku butuh air minum, banyak sekali yang telah sedia memberikan. Entah harus menggunakan uang atau tidak. Transaksi itu telah tersedia. dan kebaikan itu bukan soal transaksi uang, namun ia adalah soal bagaimana kamu memberikan.
Aku sering sekali, mendapatkan moment kebaikan orang lain terhadapku. Entah di tol, di gerbong kereta api, stasiun, atau di angkot. Mereka semua orang-orang baik yang Tuhan kirimkan untuk memberikan pesan, bahwa kesempatan berbuat baik itu bisa dimana saja dan kapan saja. Bahkan saat aku saat ini, mungkin berucap terimakasih kepada istriku yang tengah mengobati sakit masuk anginku.
GERAK CINTA itu, sangat bisa dilakukan dari hal terkecil. satu diantaranya senyum.
SENYUM kamu, sudah berapa orang yang mendapatkannya hari ini?
Tidak perlu menuntut balas atas senyummu itu, biarkan saja, tak peduli dibalas atau tidak. Bukankah itu soal lain, kebaikan itu tak harus menuntut balas kan? karena dengan menuntut balas, kita akan menjadi sangat lelah. Dan ikhlas adalah cara kerja paling indah dan mudah. tidak membebani.
Jadi, SENYUM lah sebanyak kamu temui, lalu biarlah.

0 Komentar